IFRAME SYNC
mgid.com, 713808, DIRECT, d4c29acad76ce94f

DI TENGAH PEMANGKASAN ANGGARAN PUSAT Rp 620 MILIAR, BAPPEDA KABUPATEN TANGERANG UKIR PRESTASI DI BAWAH KEPEMIMPINAN ERWIN MAWANDY.ST.M.Si.


TIGARAKSA, KAB. TANGERANG
POSJAKARTARAYA.COM

Di tengah tantangan fiskal nasional, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang justru menunjukkan kinerja perencanaan yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.

Hal tersebut tidak lepas dari manajemen strategis di bawah kepemimpinan Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, ST.M.Si., yang resmi di promosikan dari jabatan sebelumnya sebagai Sekdis Bappeda.

Kolaborasi bersama dengan jajaran staf yang dipimpin beliau berhasil mengorkestrasi perencanaan pembangunan Kabupaten Tangerang agar tetap kuat, mandatori, dan mendunia, sejalan dengan tema HUT ke-394 Kabupaten Tangerang “TERUS BERGERAK, SEMAKIN BERDAMPAK”.

Berikut 5 (lima) capaian kinerja akuntabel Bappeda Kabupaten Tangerang Tahun 2025-2026 :

PENYELAMATAN FISKAL DAERAH & PENJAGAAN ANGGARAN MANDATORI*
Di saat daerah lain terguncang akibat pemangkasan Dana Transfer Pusat ke Daerah (TKD) sebesar Rp 620 Miliar.

Manajemen Bappeda Kabupaten Tangerang di bawah Erwin Mawandy ST.M.Si , berhasil menjaga stabilitas fiskal tetap dalam kategori SEHAT dan KUAT.

Langkah akuntabel yang dilakukan adalah melakukan “refocusing” tanpa mengorbankan kebutuhan dasar rakyat. Bappeda memastikan alokasi anggaran mandatori tetap terjaga sesuai amanat Undang-Undang:

Pendidikan 20% dari APBD untuk peningkatan IPM dan sarana pendidikan.
-Kesehatan Minimal 10% di luar gaji untuk penguatan RSUD, Puskesmas dan penanganan stunting.

Infrastruktur Minimal 40% untuk konektivitas jalan, drainase dan pengendalian banjir.

KEMITRAAN INTERNASIONAL BLUE DEAL & DIPLOMASI GLOBAL
Inovasi paling progresif adalah inisiasi “Program Blue Deal – Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Pemerintah Kerajaan Belanda”.

Di bawah komando Erwin Mawandy,ST.M.Si, Bappeda memelopori strategi penanganan banjir rob dan abrasi di wilayah pesisir utara (Kecamatan Teluknaga, Mauk, Kronjo, dll) melalui pendekatan tata kelola air berkelanjutan (water management).

Gagasan strategis ini bahkan berhasil dibawa dan dipresentasikan dalam forum dunia “World Water Forum ke-10 di Bali, menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai rujukan nasional dalam pengelolaan air pesisir.

TRANSFORMASI DIGITAL & PUSAT DATA PEMBANGUNAN, Untuk menghindari perencanaan yang tidak berbasis data, Bappeda menginisiasi pembangunan “Pusat Database Digital Terintegrasi (Integrated Development Data Center)”.

Pusat data ini mengonsolidasikan data perencanaan dari 5 sektor prioritas (Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Ekonomi, dan Lingkungan) secara “real-time”. Selain itu, Bappeda menyediakan mekanisme.

Pendampingan dan Verifikasi Inovasi Daerah, yang terstruktur bagi seluruh OPD, sehingga setiap OPD wajib memiliki inovasi yang terukur.

PENGUATAN KETAHANAN PANGAN & GIZI (RAD-PG), Yang berkolaborasi dan koordinasi langsung Staf Bappeda lain nya secara konsisten menjadi motor penggerak Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG).

Sinkronisasi lintas OPD (Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, DP2KB) untuk mengukur capaian, mengevaluasi intervensi stunting, dan menjaga stabilitas pangan.

Hasilnya, angka prevalensi stunting Kabupaten Tangerang terus menunjukkan tren penurunan.

AKSI IKLIM GLOBAL & KONSERVASI LINGKUNGAN

Prestasi kelas dunia berhasil diraih. Kabupaten Tangerang terpilih sebagai salah satu dari “300 kota/kabupaten di dunia” yang masuk dalam jaringan “Bloomberg Philanthropies Youth Climate Action Fund”, menerima pendanaan dan dukungan teknis langsung untuk aksi iklim global.

Aksi nyata di lapangan diwujudkan melalui program konservasi hijau, salah satunya “Penanaman Bambu untuk Konservasi dan Ekonomi Kreatif di Kawasan Taman Bambu, Cisoka”, sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan penguatan ekonomi desa.

Capaian Bappeda ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan daerah: GUBERNUR BANTEN, ANDRA SONI
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bappeda Kabupaten Tangerang di bawah Pak Erwin Mawandy .ST.M.Si.

Di saat fiskal kita dipotong Rp 620 Miliar oleh pusat, Tangerang tetap bisa menjaga anggaran wajib pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Itu manajemen perencanaan yang hebat dan akuntabel. Apalagi program Blue Deal dengan Belanda yang dibawa ke World Water Forum Bali.

Hal ini bukti bahwa perencanaan di Kabupaten Tangerang sudah berpikir global tapi eksekusinya untuk rakyat pesisir. Ini contoh bagi kabupaten/kota lain di Banten.

Terus Bergerak, Semakin Berdampak, itu bukan sekadar tema HUT ke-394, tapi sudah dibuktikan Bappeda.”

BUPATI TANGERANG, H. MOCH. MAESYAL RASYID; juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bappeda kabupaten Tangerang.

“Saya bangga dan berterima kasih kepada Kepala Bappeda Erwin Mawandy ST.M.Si . Beliau adalah inti dari pembangunan Kabupaten Tangerang.

Ketika saya minta fiskal harus kuat, anggaran rakyat jangan sampai tersunat, mereka mampu menjaga itu. Ketika saya minta inovasi, mereka hadirkan database digital dan pendampingan inovasi OPD.

Dan yang paling membanggakan, Kabupaten Tangerang bisa sejajar dengan 300 kota dunia dalam program Bloomberg untuk aksi iklim. Ini sejalan dengan visi kami untuk mewujudkan Tangerang yang Gemilang.

Bappeda telah menjadi contoh Bappeda yang tidak hanya di belakang meja, tapi turun ke pesisir, turun ke Taman Bambu Cisoka, dan terbang ke forum dunia untuk kepentingan rakyat Tangerang.”

Dengan sederet pencapaian tersebut, Bappeda Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Erwin Mawandy ST.M.Si, diprediksi akan menjadi motor utama dalam mewujudkan RPJMD Kabupaten Tangerang 2025-2030 yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Salam Dari Humas : BAPPEDA TANGERANG : TERUS BERGERAK, SEMAKIN BERDAMPAK.

Pewarta psb daod73

Berita Terkait

Top