Jangankan bawa barang ke pasar, anak sekolah di Pandeglang sulit jalan berlumpur.
Pandeglang, posjakartaraya.com
Jalan Desa penghubung Kecamatan di Kab. Pandeglang, Banten jumat (21/11) masih ada saja jalan berlumpur dan becek dan tanah kuning.
Kini pihak Gubenur dan Kab. Pandeglang program pembangunan kemana ya?.
Pada hal jalan infrastruktur dan bisa peningkatan ekonomi masyarakat Pandeglang.
Jika masih jalan masih tak layak, bagai mana ekonomi warga bisa lancar.
Sedangkan jalan penghubung desa ke kota jalan masih berlumpur ini cendrung pihak Pemkab Pandeglang ada indikasi korupsi.
Bahkan para LSM dan aktivis tentang kemajuan ekonomi masyarakat tertinggal, jalan seperti ini bisa memiluhkan warga.
Selain itu pula, bahwa murid SD yang jalan 2 KM menujuh ke sekolah menempuh jalan berlumpur dan tanah merah.
“Kami minta pada Badan Periksaan Keuangan Negara biaya pembangunan untuk Wilayah Pandeglang harus di periksa, kemana biaya pembangunanya”, tuturnya H. Hendro Warjanto, SH,.MH aktivis.
Menurut dia, jalan seperti ini bagai mana pihak Dinas PUPR Pandeglang Programnya?.
“Sangat miris, di Daerah Pandeglang masih saja jalan ada yang lumpur dan becek”, tuturnya.
Kata Yahya orang tua siswa ini, memang jalan ini sudah 10 tahun sejak di buka untuk akses ke kampung menujuh ke Kecamatan, belum mendapatkan pekerjaan jalan di perbaiki.
Sebenarnya kami juga merasa miris dan anak kami sekolah sampai 2 KM berjalan menujuh ke sekolah jalan berlumpur dan longsor.
Jalan SDN di Cibitung menuju Pandeglang kesulitan pergi kesekolah.
“Seolah kami tidak di iraukan, kami juga mau mengadu minta di perbaiki harus kemana”, ujarnya Yahya warga.
(feri / hasan).










