IFRAME SYNC
mgid.com, 713808, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Sejumlah Wartawan dan LSM demostran tuntut perkataan Prabowo.


Kuningan, POSJAKARTARAYA.COM

Diduga perkataan Presiden tentang Londo Ireng, menjadi polemik, di Pemerintah Daerah Kuningan, Jawa Barat, belum lama ini.

Sekitar 300 orang ikut demo ke Pemda Kabupaten Kuningan tentang perkataan Prabowo Subianto tentang wartawan jurnalis dan LSM yang jadi Londo Ireng

Akhirnya sejumlah wartawan minta aspirasinya di sampaikan kepada istana presiden

Istilah Londo Ireng yang diucapkan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu , menuai Kritikan dari para Jurnalis diberbagai daerah bahkan sampai ada yang turun ke jalan berdemonstrasi

Sekitar 50 Jurnalis di Kabupaten pada hari Senin 3 Agustus 2026 menggelar demo atas ucapan Presiden Prabowo yang mengatakan bahwa para Londo Ireng di zaman dahulu banyak dan di zaman sekarangpun.

Para Londo Ireng itu masih ada. Salah satu ucapan yang terlontar dari Presiden Prabowo mengibaratkan Jurnalis sebagai Londo Ireng

Tentu saja ucapan yang terlontar tersebut menuai Kritikan dan demo para Jurnalis diberbagai daerah , termasuk di kabupaten

Beberapa rekan jurnalis yang berorasi intinya menyatakan ketersinggungan dengan istilah Londo Ireng.

“Kami para jurnalis bukan mencari musuh, bukan pula mau bikin kegaduhan.

Tapi kami ini adalah jurnalis yang mengedepankan etika jurnalistik dan bernaung di UU Pers “, demikian cuplikan yang diucapkan oleh Guntur salah satu wartawan senior

Sementara itu Eli Said koordinator aksi mengatakan bahwa kerja jurnalis turut serta bertanggungjawab dalam menjaga keutuhan NKRI

Aksi Demo para Jurnalis di depan Pendopo Kuningan itu dihadiri Sekda H. UU KUSMANA MSi, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdi SE.

Sebagian Kadis, Kasat Pol.PP dan aparat keamanan untuk menjaga kelancaran aksi tersebut

” Kami menghargai kerja jurnalis dan Pers itu merupakan 4 Pilar Demokrasi yaitu Legeslative , Executive , Yudikative dan Pers.

Mari kita ciptakan sinergitas dan turut menjaga kondusivitas. Berkenaan apa yang menjadi tuntutan rekan jurnalis terhadap istilah Londo Ireng.

“Kami tidak punya kewenangan untuk menjawabnya, tapi saya yakin ucapan Presiden Prabowo itu mungkin tidak bermaksud memberi Stigma Negative terhadap para Jurnalis “, ucap Ketua DPRD Nuzul Rachdi SE yang dulunya pernah juga sebagai wartawan di era 80 an

Menambahkan statemen dari Ketua DPRD Kuningan , H. UU KUSMANA SE mengatakan bahwa pihak Pemda Kuningan berharap terjalin sinergitas sehingga pembangunan di Kuningan berjalan lancar dan kondusive

” Gelar Aksi Solidaritas Jurnalis Kuningan ini tidak dihadiri oleh Bupati H. Dian Rahmat Yanuar MSi dan Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani SH, MKn dikarenakan beliau sedang berada di luar kota “, jelas Sekda H. UU KUSMANA SE pada wartawan.

Dikutip yang share ke group WhatsApp group dan media sosial sempat ramai di Kuningan Jawa barat tentang Londo ireng.

Menurut informasi,bahwa Aksi Solidaritas Jurnalis Kuningan menyatakan 5 tuntutan antara lain ;

Menolak Stigmatisasi Negative dan Pelecehan terhadap Wartawan.

Hentikan Pembungkaman dan Intimidasi terhadap kinerja Wartawan.

Hormati Kemerdekaan Pers sebagai Pilar ke 4 Demokrasi.

Dukung terciptanya ruang kerja Insan Pers yang Aman , Bebas dan Profesional
Jaga Marwah Jurnalis dan Jaga Martabat Bangsa

(Jajang)

Berita Terkait

Top